Skip to main content
.
Petakan Potensi WBP Secara Tepat Sasaran, Rutan Manna Gelar Asesmen Rehabilitasi Berbasis Ketahanan Pangan
0

Petakan Potensi WBP Secara Tepat Sasaran, Rutan Manna Gelar Asesmen Rehabilitasi Berbasis Ketahanan Pangan

by Redaksi
posted onOctober 7, 2026

Manna – Dalam rangka mendukung program rehabilitasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna melaksanakan kegiatan Asesmen Usulan Rehabilitasi dan Re-Edukasi Narapidana Berbasis Ketahanan Pangan, Rabu (07/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut bertempat di Ruang Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Manna. Asesmen dipimpin oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P., bersama Tim Assesor Rutan Kelas IIB Manna, dengan peserta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terpilih.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian yang terarah dan humanis. Tidak semua WBP langsung diikutsertakan dalam program, melainkan harus melalui tahapan pemetaan potensi terlebih dahulu.

"Kami ingin pembinaan ini tepat sasaran. Melalui asesmen, kami gali minat, bakat, latar belakang, dan kesiapan WBP. Jangan sampai program ketahanan pangan yang kita jalankan di SAE tidak sesuai dengan kemampuan warga binaan," tegas Hannibal.

Dalam pelaksanaannya, tim assesor melakukan wawancara mendalam serta penggalian data untuk menilai sejauh mana potensi WBP dapat dikembangkan melalui kegiatan produktif di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Program tersebut difokuskan pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus implementasi dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rio Trisna Dayu, menambahkan bahwa hasil asesmen akan menjadi acuan utama dalam menentukan peserta rehabilitasi.

"Output dari asesmen ini sangat penting. Kami akan tentukan siapa saja yang siap dan layak mengikuti re-edukasi berbasis pertanian, sehingga pembinaan kemandirian benar-benar efektif dan memberikan bekal keterampilan nyata bagi WBP setelah bebas nanti," ujar Rio.

Melalui asesmen yang komprehensif ini, Rutan Kelas IIB Manna menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjalankan pembinaan rutin, melainkan menciptakan sistem re-edukasi yang terukur, produktif, dan berorientasi masa depan. Langkah ini diharapkan mampu mencetak Warga Binaan yang tidak hanya sadar hukum, tetapi juga mandiri, terampil, dan memiliki kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan serta siap bersaing secara positif saat kembali ke tengah masyarakat.

investasi