Skip to main content
.
‎Eks Napiter Binaan Densus 88 Bengkulu Panen 20 Ton Semangka, Dorong Ketahanan Pangan
0

‎Eks Napiter Binaan Densus 88 Bengkulu Panen 20 Ton Semangka, Dorong Ketahanan Pangan

by Redaksi
posted onFebruary 25, 2026

Bengkulu Tengah – Sebanyak 20 ton semangka siap jual berhasil dipanen Kelompok Tani (Poktan) Penjaga Warisan Nusantara (Jawara) Agro, mitra binaan Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri, dalam kegiatan Panen Raya yang digelar di Balai Benih Induk (BBI) Talang Aling, Kecamatan Taba Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (25/2/2026).

‎Panen raya ini menjadi bukti keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang dijalankan sebagai bagian dari pendekatan lunak (soft approach) pencegahan radikalisme.

‎Dalam sambutannya, Kepala Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri Kombes Pol I Wayan Bayuna, S.Ik., M.Si., yang diwakili Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

‎“Kegiatan ini adalah bentuk nyata pencegahan radikalisme di lingkungan masyarakat Bengkulu. Dengan penguatan ekonomi, kita berharap masyarakat semakin mandiri dan tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang,” ujarnya.

‎Diketahui, Poktan Jawara Agro dibentuk pada tahun 2024 dan beranggotakan 15 orang yang terdiri dari beberapa mantan narapidana terorisme (napiter) serta masyarakat setempat. Kelompok ini diketuai oleh Nasriyanto dengan pembina Ustaz Sardona.

‎Sejak dibentuk, kelompok tersebut mendapat pembinaan intensif dari Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri, mulai dari pengelolaan lahan, penanaman, hingga proses budidaya semangka yang kini berhasil menghasilkan 20 ton buah siap dipasarkan.

‎Program ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

‎Kegiatan panen raya ini merupakan hasil kolaborasi Satgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri bersama Polres Bengkulu Tengah dan bekerja sama dengan PT Arconesia. Pada momentum tersebut juga tertera pesan motivasi, “Menanam dengan Harapan, Merawat dengan Kebersamaan, Memanen dengan Kebanggaan,” yang menjadi simbol semangat kolaborasi dan proses reintegrasi sosial melalui sektor pertanian.

‎Turut hadir sejumlah pejabat di tingkat Provinsi dan Kabupaten Bengkulu, di antaranya Kabinda Bengkulu, Asisten I Provinsi Bengkulu, Dansat Brimob Polda Bengkulu, Dirintel Polda Bengkulu, Kaban Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, serta unsur TNI-Polri seperti Dandim 0407/Kota Bengkulu, Danramil 407-03 Talang Empat, dan Kapolsek Karang Tinggi.

‎Selain itu, hadir pula Kaban Kesbangpol Kabupaten Bengkulu Tengah, Kadis TPHP Kabupaten Bengkulu Tengah, Camat Taba Lagan, Kasubpolsek Semidang Lagan, Kepala Balai Benih Induk, serta para kepala desa setempat.

‎Melalui panen raya ini, Densus 88 menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan, reintegrasi sosial, dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan guna menciptakan masyarakat yang aman, produktif, dan sejahtera.

investasi