Lagi, Angkot 5 Warna Berunjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu
Sibernews.co - Aliansi Angkot Lima Warna se-Kota Bengkulu mengadakan aksi unjuk rasa didepan kantor Gubernur Provinsi Bengkulu.
Tuntutan 5 warna Angkot Putih, Biru, hijau, Kuning dan merah se-Kota Bengkulu, meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu menutup aplikasi Grab di Provinsi Bengkulu. Dengan hadirnya Grab penghasilan kami menurun tidak sesuai dengan pendapatan perhari, Grab sangat meresahkan, penumpang banyak lari ke Grab.
Massa secara sendiri menggunakan kendaraan angkot masing-masing dan langsung menuju ke lokasi dengan memarkirkan kendaraan angkotnya ditempat yang sudah diatur dipinggir jalan sisi kiri depan Kantor Pemda Provinsi Bengkulu dan sisi kanan depan kantor Pemda Provinsi Bengkulu, sebagian di sisi pinggir jalan arah masuk ke pintu pagar kantor gubernur.
Dalam unjuk rasa ini, 290 masa dari aliansi angkot 5 warna dan membawa alat peraga 1 unit Toa 5 buah spanduk dan 300 unit angkot. Dalam orasinya salah satu korlap dari angkot 5 warna mengatakan pemerintah harus menuntup aplikasi Grab di Bengkulu.
"Pemerintah harus menutup aplikasi Grab yang ada di Bengkulu ini, karena gara-gara Grab penghasilan kami sekarang sangat jauh berkurang, untuk sampai 35 ribu saja kami sekarang susah, sebelum aplikasi Grab di tutup kami bakal mogok beroperasi," katanya.
Setelah berorasi perwakilan dari angkot 5 warna masuk kekantor Gubernur Provinsi Bengkulu untuk bertemu dengan Plt Gubernur Rohidin Mersyah mengenai masalah yang telah terjadi. [Rls]
