Skip to main content
opini
Sepele Terhadap Covid-19, Berdampak Inflasi
0

Sepele Terhadap Covid-19, Berdampak Inflasi

by Redaksi
posted onAugust 30, 2021

Oleh: Desi Novayanti Rajagukguk Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unib

Infeksi coronavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Covid-19 ini menjadi sorotan karena kemunculannya di akhor tahun 2019 pertama kali di China. Covid-19 ini juga penyebarannya sangat cepatkeberbabgai negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Amerika Selatan bahkan Indonesia. Karena sepele atau menganggap remeh covid-19 mengakibatkan semakin maraknya wabah virus corona (Covid-19) bahkan masyarakat dituntut  harus terbiasa menggunakan teknologi komunikasi seperti anak sekolah SD,SMP,SMA, dan Perguruan Tinggi melaksanakan proses belajar mengajar secara daring mengunakan media Zoom,Wtahsapp,E-learning, melalui gadged,komputer atau laptop.

Kesepean masyarakat indonesia berakibat inflasi

Kesepelean masyarakat terhadap pandemi  Covid-19 berpengaruh pada perekonomian indonesia. Naiknya harga barang dan jasa secara terus menerus menyebabkan turunnya nilai mata uang yang mengakibatkan inflasi , bukan hanya itu dampak pandemi juga banyak di rasakan masyarakat seperti di PHK dari kerjaan, semakin sempitnya lapangan pekerjaan,susahnya berkumpul atau silah turahmi dengan keluarga di hari besar seperti Idul fitri,dan Natal. Seadainya masyarakat tidak sepele atau tidak meremekan protokol kesehatan yang dibuat pemerintah bisa saja pandemi ini tidak  terlalu marak di negara kita, bahkan pandemi ini hanya berlangsung tiga bulan atau empat bulan.

Pandemi Bikin Angka Inflasi Sentuh Level Terendah

Akibat pandemi covid-19 indonesia mengalami inflasi umum menurun kelevel rendah dalam sejarah, bukan hanya itu selama pandemi Covid-19 di indonesia sempat terjadi deflesi  berdasarkan data dari bank indonesia perbandingan inflasi pada februari 2021 sebesar 1,38 lebih rendah dari pada bulan februari 2020 sebesar 2,98. Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan pada februari 2021 di angka 0,10 persen.inflasi ini naik dari januari 2021 yang di angka 0,26%. Dengan angka itu maka tingkat inflasi dari januari sampai februari sebesar 0,36%, sementara inflasi tahunanya sebesar 1.38%. dari 90 kota inflasi yang di pantau BPS,  56 kota terjadi inflasisementara 35 kota mengalami deflasi. Inflasi yang tertinggi februari 2021di kota mamuju  sebesar 1.12% dan inflasi terendah di tasikmalayadan sumedap sebesar 0,02%.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di gunung sitoli sebesar -1,55% di karenakan ada penerunan beberapa komoditas cabe merah,cabe rawit,ikan,dan ayam ras. Sedangkan, deflasi terjadi di kota malangdan tarakan sebesar -0,01%.

Jaga Pertumbuhan Antisipasi Pandemi

Di tengah pandemi ini pemerintah juga pernah meningkatkan kesiagaan untuk mencegah penyebaran pandemi dengan cara menutup semestara penerbangan dari dan kedaratan cina mulai 5 februari 2020. Pemerintah juga mengambil langkah strategi dalam bidang kesehatan di mana pemerintah menambah RS rujukan Covid-19 awal disusun 100 RS di tambah 132 RS Pemerintah,109 RS milik TNI, 53 RS  Polri dan 65 BUMN. Pemerintah juga melakukan rajia yang tidak memakai masker dengan mendenda Rp 250.000 dan pemerintah juga melakukan PPKM(Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat).

Di situasi sekarang yang semakin maraknya Covid-19  kita tidak boleh lengah atau sepele terhadap virus corona baik itu masyarakat kecil atau pejabat sekalipun. Sebaiknya mari kita sama-sama menjaga negara kita dari virus karena menjaga negara kita bukan hanya semata-mata tugas para aparat pemerintah, para bidang kesehatan, atau mahasiswa, dengan cara mematuhi protokol kesehatan dan aturan-aturan yang telah di tetapkan pemerintah seperti Menghindari kerumunan(keramaian), mencuci tangan, memakai masker kemana pun akan pergi.

Headline

investasi