Skip to main content
.
Rutan Manna Kembali Gelar Panen Raya Sayuran
0

Rutan Manna Kembali Gelar Panen Raya Sayuran, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

by Redaksi
posted onOctober 23, 2026

 

Manna, 23 Oktober 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna kembali melaksanakan Panen Raya hasil budidaya tanaman sayuran di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lahan Ketahanan Pangan bagian dalam Rutan Kelas IIB Manna, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata optimalisasi pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Panen raya yang dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti Kepala Rutan Kelas IIB Manna, pejabat struktural, staf, serta WBP yang terlibat dalam kegiatan budidaya dan perawatan tanaman sayuran.

Dalam kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Manna berhasil memanen empat komoditas sayuran dengan total hasil mencapai 80 kilogram, terdiri atas terong sebanyak 15 kilogram, kangkung 23 kilogram, kacang panjang 17 kilogram, dan pakcoy 25 kilogram.

Hasil panen ini merupakan buah dari proses perawatan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan melalui keterlibatan petugas dan WBP, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.

Kegiatan Panen Raya tersebut sejalan dengan upaya mendukung 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan serta pembinaan kemandirian WBP. Semangat ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan WBP yang telah bekerja keras sehingga kegiatan budidaya sayuran dapat menghasilkan panen yang bermanfaat.

Menurutnya, program ketahanan pangan di lingkungan Rutan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP.

“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap mereka memiliki kemampuan untuk bekerja, berusaha, dan hidup mandiri secara produktif,” ujarnya.

Hasil panen tersebut direncanakan untuk dimanfaatkan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dapur Rutan serta sebagian dipasarkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan pembinaan kemandirian WBP.

Rutan Kelas IIB Manna akan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan ketahanan pangan melalui perawatan tanaman, penanaman kembali bibit baru, dan pengelolaan hasil panen secara akuntabel. Dengan demikian, kegiatan pertanian dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Panen Raya ini menegaskan bahwa pembinaan di Rutan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pemberian keterampilan, pembentukan etos kerja, dan persiapan reintegrasi sosial. Melalui semangat belajar dan berkarya untuk hidup lebih baik, Rutan Kelas IIB Manna terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berorientasi pada masa depan Warga Binaan.

Rutan Kelas IIB Manna — Penghukuman Bukan Akhir Segalanya, Belajar dan Berkarya untuk Hidup Lebih Baik.

investasi