Skip to main content
.
Polsek Batang Dorong Hasil Panen Jagung Rowobelang Masuk Bulog
0

Polisi Cinta Petani, Polsek Batang Dorong Hasil Panen Jagung Rowobelang Masuk Bulog

by Redaksi
posted onSeptember 25, 2026


BATANG — Polsek Batang Polresta Batang memantau perkembangan lahan jagung seluas 2.500 meter persegi di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan kepolisian terhadap program swasembada pangan sekaligus memastikan hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan baik.

Kegiatan berlangsung pada Kamis (24/9/2026) pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Kapolsek Batang AKP Hozali, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama PS Kanit Binmas Aiptu Kusnadi Santosa, S.H., PS Kanit Provost Aiptu Purwantomo, serta Bhabinkamtibmas Desa Rowobelang Bripda Bahrul Ulum Habiba, S.P.

Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Rowobelang Dul Sipur, Sekretaris Desa Rowobelang Sukirjo, serta pemilik sekaligus penggarap lahan jagung.

Dalam pengecekan itu, polisi memantau kondisi tanaman jagung milik Sutikwo. Berdasarkan hasil koordinasi, lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada akhir Oktober 2026.

Kapolsek Batang AKP Hozali mengatakan pendampingan kepada petani dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus membangun komunikasi dengan petani menjelang masa panen.

"Polri hadir untuk mendukung petani, mulai dari pemantauan perkembangan tanaman sampai mendorong agar hasil panen dapat terserap dengan baik. Kami juga mengajak petani memanfaatkan jalur penyerapan yang tersedia sesuai ketentuan," kata Hozali.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan masukan kepada pemilik lahan agar hasil panen jagung nantinya dapat dijual atau disalurkan kepada Perum Bulog sesuai mekanisme yang berlaku.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung penyerapan hasil pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Selain memantau kondisi tanaman, polisi juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan petani terkait perkembangan lahan hingga waktu panen.

Menurut Hozali, komunikasi secara langsung dengan petani diperlukan agar kepolisian dapat mengetahui kondisi di lapangan, termasuk berbagai kebutuhan dan kendala yang mungkin dihadapi petani.

"Harapannya hasil panen masyarakat bisa memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan para petani di wilayah hukum Polsek Batang," ujarnya.

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kepolisian mendorong produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Batang.

Kepolisian tidak hanya melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman, tetapi juga mendorong adanya kesinambungan antara produksi petani dan penyerapan hasil pertanian.

Kegiatan pengecekan lahan jagung di Rowobelang merupakan bagian dari semangat "Polisi Cinta Petani" yang digagas Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.

Kolaborasi dilakukan melalui pendampingan serta komunikasi dengan petani sejak masa tanam hingga memasuki masa panen.

Dalam konteks swasembada pangan, keberadaan petani menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah. Karena itu, pendampingan di tingkat desa diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perkembangan pertanian sekaligus memperkuat koordinasi dalam penyerapan hasil panen.

Lahan jagung di Rowobelang yang diperkirakan dipanen pada akhir Oktober 2026 tersebut selanjutnya akan terus dipantau perkembangannya.

Polsek Batang juga mendorong agar hasil panen dapat masuk ke jalur distribusi yang sesuai sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan mendukung ketersediaan pangan.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berharap sinergi dengan pemerintah desa dan petani semakin kuat. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan di Kabupaten Batang.
 

investasi