Skip to main content
standard and poors
standard and poors
14

Pasca Kemenangan Jokowi-Ma'ruf, S&P Nyatakan Menaikan Peringkat Kredit Indonesia

by Redaksi
posted onJune 1, 2019

Sibernews.co - Badan pemeringkat kredit Standard & Poor’s, Jumat (31/5/19) kemarin menyatakan telah meningkatkan peringkat kredit Indonesia setelah kemenangan Joko Widodo untuk masa jabatan kedua sebagai presiden.

Standard & Poor's atau juga dikenal dengan sebutan (S&P) adalah salah satu anak perusahaan dari McGraw-Hill yang merupakan perusahaan pemeringkat atas saham dan obligasi, yang merupakan salah satu dari 3 perusahaan besar dalam industri pemeringkatan efek bersama Moody's dan Fitch Ratings.

Salah satu produknya yang dikenal secara luas adalah pemeringkatan atas 500 saham di Amerika yang dikenal dengan nama S&P 500, dan pemeringkatan 200 saham di Australia yang dikenal dengan nama indeks harga saham gabungan S&P/ASX 200 dan pemeringkatan di Kanada yang dikenal dengan nama S&P/TSX.

Organisasi tersebut menyatakan peningkatan itu mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, yang diharapkan akan terus demikian menyusul terpilihnya kembali Joko Widodo baru-baru ini.

Peringkat sebelumnya yang telah bertahan lama naik menjadi BBB dari BBB minus dan ini berpotensi mempermudah pemerintah untuk meminta pinjaman asing dan dengan suku bunga yang lebih rendah.

Hasil resmi pekan lalu mengukuhkan Jokowi meraih 55,5 persen suara dalam pemilu 17 April. Pesaingnya, Prabowo Subianto menuduh terjadi kecurangan masif dalam pemilu itu tetapi tidak memberi bukti yang kredibel. Tim sukses Prabowo telah mengajukan gugatan terkait hasil pemilu itu ke Mahkamah Konstitusi.

Badan pemeringkat kredit itu menyatakan pertumbuhan ekonomi per kapita Indonesia rata-rata mencapai 4,1 persen pada dekade lalu, dibandingkan dengan rata-rata 2,2 persen pada negara-negara dengan level pendapatan serupa.

Para analis memprediksi Indonesia akan termasuk di antara negara-negara dengan perekonomian terbesar pada tahun 2030. (red)

Headline

investasi